ABAH
Abah,
Saat ini aku melihat cermin,
Aku melihat wajah kebanggaanmu,
Wajah yang kau cinta,
Wajah yang kau rindu.
Abah,
Hari ini aku menitiskan air mata,
Sedang mata ini tidak pernah melihatmu bahagia,
Mata ini terpejam dengan deritamu,
Abah,
Hari ini tanganku terpaku kaku,
Kerna tangan ini tidak bisa menjagamu,
Jari jemari ini tidak pernah menyentuh kerutan di dahimu,
Abah,
Telinga ini seolah tidak dapat mendengar,
Hanya suaramu yang terngiang-ngiang,
Suaramu memanggilku girang,
Abah,
Langkahku terasa lumpuh segala,
Kaki ini tidak bisa dihayun ke arahmu,
Sedang di waktu kecil aku bertatih mendekatimu,
Abah,
Kini,mataku berbicara,
Berbicara dengan air mata,
Kakiku menerpa,
Menerpa kepadamu yang tidak bernyawa,
Mulutku terkunci,
Terkunci tanpa sempat melafazkan sayang,
Tangan ini terkaku,
Terkaku untuk menutup jenazahmu..
Jenazahmu yang terbaring lesu.
Abah,
Kali ini, seluruh anggota bersatu,
Aku takkan biarkan mereka kaku,
Bersatu dalam munajat kepada-NYA,
Biarlah kasih Illahi mengiringimu,
Moga kau mendengar doa kasih dari anakmu ini.
No comments:
Post a Comment